Jumat, 22 Februari 2013


PLANET APAKAH INI?

ini adalah planet merkurius yang diambil oleh MESSENGER yang sedang mengorbit merkurius, ini adalah tugas dari MESSENGER untuk memfoto permukaan dari merkurius, tetapi ini bukan warna merkurius yang beneran, tapi ini warna dari perbedaan chemical, mineralogical, dan physical yang berada di permukaan mercury
"Ilmuwan Akan Bangun Alat Pendeteksi Asteroid"

Sebuah ledakan besar dari meteor yang tak terduga
atas langit Rusia, menjadi sebuah
peringatan awal bagi para ilmuwan
yang menegaskan bahwa kejadian
alam sangat sulit diprediksi.

Dikutip dari Mashable, Kamis
(21/2/2013), berkaca dari beberapa
kejadian tersebut, ilmuwan berusaha
membuka mata mereka guna
meneliti batuan ruang angkasa yang
memiliki potensi berbahaya. Sebuah tim astronom dari University of
Hawaii mulai mengembangkan
sistem peringatan asteroid untuk
membantu memberikan
perlindungan dari dampak kejutan.

Diberi nama Asteroid Terrestrial
Impact-Last Alert System (ATLAS),
sistem yang direncanakan akan
selesai pada 2015 ini akan terdiri
dari delapan teleskop kecil, yang
masing-masing dilengkapi dengan kamera beresolusi hingga 100
megapiksel. Teleskop ATLAS akan
ditempatkan pada gunung di satu
atau dua lokasi dalam Kepulauan
Hawaii.

FAAI - Sistem ini diharapkan mampu
memberikan peringatan selama satu
minggu, saat mendeteksi asteroid
sebesar 50 meter yang mampu
menghapus seluruh kota. Kemudian
sistem itu juga diharapkan memberi peringatan selama tiga minggu saat
mendeteksi batu ruang angkasa
berukuran 150 meter yang mampu
memusnahkan seluruh negara.

"Waktu selama itu dirasa cukup
untuk mengevakuasi daerah
penduduk, mengambil langkah
untuk melindungi bangunan dan
infrastruktur lainnya, serta waspada
terhadap bahaya tsunami yang dihasilkan oleh hantaman di laut,"
ujar John Tonry, Astronom
Universitas Hawaii.

ATLAS akan memindai langit
sebanyak dua kali setiap malam, hal
itu dilakukan untuk mencari benda-
benda yang mungkin merupakan
asteroid berbahaya. Proyek ini akan
berusaha lebih mendekatkan peneliti pada kosmos dibanding Pan-STARRS
Array teleskop milik Universitas
Hawaii sebelumnya. Dimana Pan-
STARRS membutuhkan waktu selama
satu bulan untuk menyelesaikan
satu pindaian langit secara mendalam.
Photo: "Ilmuwan Akan Bangun Alat Pendeteksi Asteroid"

Sebuah ledakan besar dari meteor yang tak terduga
atas langit Rusia, menjadi sebuah
peringatan awal bagi para ilmuwan
yang menegaskan bahwa kejadian
alam sangat sulit diprediksi.

Dikutip dari Mashable, Kamis
(21/2/2013), berkaca dari beberapa
kejadian tersebut, ilmuwan berusaha
membuka mata mereka guna
meneliti batuan ruang angkasa yang
memiliki potensi berbahaya. Sebuah tim astronom dari University of
Hawaii mulai mengembangkan
sistem peringatan asteroid untuk
membantu memberikan
perlindungan dari dampak kejutan.

Diberi nama Asteroid Terrestrial
Impact-Last Alert System (ATLAS),
sistem yang direncanakan akan
selesai pada 2015 ini akan terdiri
dari delapan teleskop kecil, yang
masing-masing dilengkapi dengan kamera beresolusi hingga 100
megapiksel. Teleskop ATLAS akan
ditempatkan pada gunung di satu
atau dua lokasi dalam Kepulauan
Hawaii.

FAAI - Sistem ini diharapkan mampu
memberikan peringatan selama satu
minggu, saat mendeteksi asteroid
sebesar 50 meter yang mampu
menghapus seluruh kota. Kemudian
sistem itu juga diharapkan memberi peringatan selama tiga minggu saat
mendeteksi batu ruang angkasa
berukuran 150 meter yang mampu
memusnahkan seluruh negara.

"Waktu selama itu dirasa cukup
untuk mengevakuasi daerah
penduduk, mengambil langkah
untuk melindungi bangunan dan
infrastruktur lainnya, serta waspada
terhadap bahaya tsunami yang dihasilkan oleh hantaman di laut,"
ujar John Tonry, Astronom
Universitas Hawaii.

ATLAS akan memindai langit
sebanyak dua kali setiap malam, hal
itu dilakukan untuk mencari benda-
benda yang mungkin merupakan
asteroid berbahaya. Proyek ini akan
berusaha lebih mendekatkan peneliti pada kosmos dibanding Pan-STARRS
Array teleskop milik Universitas
Hawaii sebelumnya. Dimana Pan-
STARRS membutuhkan waktu selama
satu bulan untuk menyelesaikan
satu pindaian langit secara mendalam. [amr,okezone]

admin "N.P"

"TIPE, JENIS, DAN BENTUK GALAKSI"

Galaksi dapat dikelompokkan dalam tiga jenis utama: eliptik, spiral dan irregular. Karena sistem klasifikasi Hubble hanya berdasarkan pada pengamatan visual, klasifikasi ini mungkin melewatkan beberapa karakteristik penting dari galaksi, seperti laju pembentukan bintang (di galaksi starburst) dan aktivitas inti galaksi (di galaksi aktif).

- Eliptik

Sistem klasifikasi Hubble membedakan
galaksi eliptik berdasarkan tingkat keelipsannya, dari E0 yang hampir berupa lingkaran, hingga E7 yang sangat lonjong. galaksi tersebut memiliki bentuk dasar elipsoid, sehingga tampak elips dari berbagai sudut pandang. galaksi tipe ini tampak memiliki sedikit struktur dan sedikit materi antar bintang, sehingga galaksi tersebut memiliki sedikit gugus terbuka dan laju pembentukan bintang yang lambat. galaksi tipe ini didominasi oleh bintang yang berumur tua yang mengorbit pusat gravitasi dengan arah yang acak. Dalam hal tersebut, galaksi tipe ini mirip dengan gugus bola.

Banyak galaksi besar yang berbentuk eliptik. Banyaknya galaksi berbentuk eliptik dipercaya terbentuk karena interaksi antar galaksi menghasilkan tabrakan dan penggabungan. galaksi dapat tumbuh menjadi besar (misalnya jika dibandingkan dengan galaksi spiral), galaksi eliptik raksasa sering ditemukan didekat inti dari kelompok galaksi besar. galaksi starburst merupakan akibat dari tabrakan antar galaksi dan dapat menghasilkan pembentukan galaksi eliptik.

- Spiral

Galaksi spiral terdiri dari piringan berupa bintang dan materi antar bintang yang berotasi, serta gembung pusat yang terdiri dari bintang- bintang tua. Terdapat lengan spiral yang menjulur dari gembung pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble, galaksi spiral ditandai sebagai tipe S, diikuti huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari gembung pusat. galaksi Sa memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan membelit secara rapat, serta gembung pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Sc memiliki lengan spiral yang terbuka dan gembung pusat yang relatif kecil.

Sebagian besar galaksi spiral memiliki bentuk batang linier yang memanjang ke dua sisi dari gembung inti, yang kemudian bergabung dengan struktur lengan spiral. Di sistem klasifikasi Hubble, galaksi ini dikategorikan sebagai SB, dan diikuti huruf (a, b atau c) yang mengindikasikan bentuk lengan spiralnya. Batang galaksi diperkirakan merupakan struktur sementara yang disebabkan oleh gelombang kejut dari inti galaksi, atau karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain. Banyak galaksi spiral berbatang yang berinti aktif, kemungkinan karena adanya gas yang menuju ke inti melalui lengan spiral.

Galaksi Bima Sakti merupakan galaksi spiral berbatang ukuran besar dengan diameter sekitar 30 kiloparsecs dan ketebalan sekitar satu kiloparsec. Bima Sakti memiliki sekitar 200 milyar (2×1011) bintang dengan massa total sekitar 600 juta (6×1011) kali massa Matahari.

# Morfologi lain.

Galaksi aneh (peculiar galaxies) merupakan galaksi yang memiliki sifat-sifat yang tidak biasa karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain. Contohnya adalah galaksi cincin, yang memiliki struktur mirip cincin berupa bintang dan materi antar bintang yang mengelilingi inti kosong. galaksi cincin diperkirakan terbentuk saat galaksi kecil melewati inti galaksi yang lebih besar. Kejadian tersebut mungkin terjadi pada galaksi Andromeda yang memiliki beberapa struktur mirip cincin jika diamati pada spektrum inframerah.

Galaksi lenticular merupakan bentuk pertengahan yang memiliki sifat baik dari galaksi eliptik maupun galaksi spiral, dan dikategorikan sebagai tipe S0 dan memiliki lengan spiral yang samar-samar serta halo bintang berbentuk eliptik. (Barred lenticular galaxies receive Hubble classification SB0.). [wikipedia]


Ralat yang tadi hehehe, maaf ya maklum akunya lagi error belakangan ini

Benda yang paling jauh menempuh perjalanan yang pernah dibuat oleh manusia adalah Voyager 1. Voyager 1, pada November 2012, telah menempuh jarak sejauh 123 AU atau 1.840 x 10^10 km (18.400.000.000 km) atau telah sampai di Heliosheath (lapisan paling luar heliosphere) dengan kecepatan 17,26 km per detik. Voyager 1 menjadi benda pertama yang akan keluar tata surya.

Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977 menggunakan roket Titan IIIE-Centaur.

Gambar dibawah adalah posisi dari Voyager 1 pada 8 Februari 2013. Lingkaran putih terluar adalah orbit pluto.


--WISATA ASTEROID--

Karena saat ini berita tentang Asteroid masih hangat-hangatnya, Kali ini Admin Orion mau sharing mengenai beberapa tempat wisata Asteroid di dunia. Sapa tau bisa ke salah satu tempat ini suatu hari ntar.

1. Meteorit Hoba, Museum Nasional, Namibia.
Hoba merupakan meteorit tunggal terbesar sekaligus lempengan besi terbesar yang pernah ditemukan di permukaan Bumi. Meteorit ini memiliki bobot 60 ton dengan panjang dan lebar masing-masing 2,7 meter dan tinggi hampir satu meter. Hoba diperkirakan jatuh melintasi atmosfer Bumi pada 80.000 tahun yang lalu, namun baru ditemukan oleh petani pada tahun 1920.

2. Meteorit El Chaco, Argentina.
Sempat dilakukan upaya memindahklan batu ini ke Jerman pada 2012. Namun, urung dilaksankan karena diblokir oleh warga Argentina dan ilmuwan. Hingga kini meteorit El Chaco dan sisa potongan masih terpajang dengan apik di provinsi El Chaco, sebelah timur laut Argentina. Meteorit ini diyakini jatuh sebagai bagian dari hujan meteor yang terjadi kira-kira antara 4.000 dan 5.000 tahun yang lalu. El Chaco merupakan salah satu dari banyak fragmen kelompok meteorit besi yang disebut Campo del Cielo dengan berat 37 ton. Ia menjadi fragmen terbesar dari kelompok tersebut sekaligus menjadi batuan terbesar kedua setelah meteorit Hoba.

3. Meteorit Willamette, New York, AS.
Meterorit Willamette di Museum American Natural History memilki berat 15,5 ton, menjadikannya meteorit besi terbesar yang pernah ditemukan di AS dan keenam terbesar di dunia. Meteorit ini pertama kali ditemukan tahun 1902 oleh seorang penambang, Ellis Hughes di Oregon. Diperkirakan meteorit ini sampai ke Bumi satu juta tahun lalu dan sangat dihormati oleh suku Indian-Amerika yang dikenal dengan Clackamas Chinook, yang tinggal di Lembah Willamette.

4. Meteorit Ahnighito, New York, AS.
Ahnighito di di Museum American Natural History memilki berat 31 ton dan juga menjadi meteorit terbesar yang pernah dipindahkan oleh manusia. Meteorit in merupakan satu fragmen dari meteorit besar Cape York yang menabrak Bumi lebih dari 100.000 tahun yang lalu di wilayah barat laut Greenland. Setelah meteorit dimiliki oleh suku asli Inuit, sepotong besi ini menjadi dambaan banyak orang. Sampai pada tahun 1897, penjelajah Sir John Ross mempertaruhkan segalanya mengambil Tent dan membawanya ke New York.

5. Meteorit Bacubirito, Culiacan, Meksiko.
Anda dapat menjumpai meteorit Bacubirito di Gedung Centro de Ciencias di Culiacan, yakni sebuah kota di barat laut Meksiko. Meteor ini pertama kali ditemukan pada tahun 1863 oleh ahli geologi Gilbert Ellis Bailey dan memiliki bobot 24 ton. Namun, ukurannya yang mencapai 4,2 meter menjadikannya meteorit terpanjang yang pernah ditemukan.


Source: National Geographic

Rabu, 20 Februari 2013


Pernahkah terlintas di pikiran temen2 semua, seperti apa peralatan yang diperlukan bagi para kru di ISS (Stasiun Angkasa Internasional) untuk melakukan perbaikan2 di stasiun??

Gambar dibawah ini adalah peralatan yang mungkin dibutuhkan oleh awak ISS jika sedang melakukan perbaikan2 di stasiun angkasa ISS...

Gambar oleh : Chris Hadfield (Commander misi ISS 35)


"Inilah Meteor dengan Kecepatan Laju Paling Tinggi"

Ilmuwan baru-baru ini mengungkap meteorit dengan
kecepatan melesat paling tinggi yang
pernah menghantam Bumi pada
April 2012. Meteorit yang meledak
sebagai bola api di langit California
itu merupakan yang paling cepat dan paling langka yang pernah
mendarat di Bumi.

Dilansir Tgdaily, Minggu
(23/12/2012), benda luar angkasa
Carbonaceous chondrites ini terdiri
dari debu kosmik dan material
presolar (pra-matahari) yang
membantu membentuk planet- planet di sistem Tata Surya. Meteorit
ini dipercaya mengirimkan air ke
Bumi di awal waktu terciptanya.

Menggunakan tomografi
penghitungan neutron, tim peneliti
mampu mengidentifikasi adanya
hidrogen di dalam meteorit tersebut.
Ilmuwan juga mengungkap bahwa
meteor ini menempuh perjalanan 50 ribu tahun, melayang dari orbit dekat
Jupiter menuju Matahari.

Selain itu, meteor ini juga melewati
Merkurius dan Venus, lalu bergerak
hingga mendarat di Bumi. Benda luar
angkasa ini juga diyakini memasuki
atmosfer Bumi di kecepatan 64 ribu
mil per jam.

"Jika ini adalah objek yang jauh lebih
besar, ini bisa menjadi bencana,"
ungkap profesor geologi dari UC
Davis, Qing-zhu Yin. Ketika meteor ini
memasuki atmosfer Bumi, berat
meteor ini bertambah sekira 100.000 pounds.

Sebagian besar bagian meteor
tersebut terbakar dan meledak. Para
ilmuwan serta kolektor dapat
menemukan meteor tersebut di Bumi
dalam kondisi utuh dengan bobot
sekira dua kilogram. 

Selasa, 19 Februari 2013


Siapa mahkluk Bumi yang pertama kali berada di luar angkasa??
pasti bakal banyak yang jawab "Yuri Gagarin" khan...

Sebenarnya, jauh sebelum Yuri Gagarin menjadi mahkluk bumi yang berada di luas angkasa, adalah seekor anjing yang dipungut dari jalanan di Moskow menjadi mahkluk bumi pertama yang sukses menembus atmosfer dan mencapai ketinggian 1500 km dari permukaan bumi.
Anjing itu bernama LAIKA. Ia berada didalam kapsul luar angkasa Sputnik 2 yang diluncurkan pada 3 November 1957.
Laika adalah percobaan pertama untuk mengetahui respon sistem tubuh mahkluk hidup terhadap kondisi luar angkasa. Laika tidak bertahan sampai dengan 10 hari. Sputnik 2 diduga mengalami kerusakan pada sistem kontrol ruangan yang menyebabkan terjadi Overheating.
Laika sangat berjasa besar pada kemajuan penerbangan berawak ke luar angkasa. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Moskow membangun monumennya, dan beberapa negara di Eropa Timur menerbitkan seri perangko bergambar Laika.

-Orion-

"OKULTASI JUPITER OLEH BULAN AKAN TERJADI SENIN MALAM???"

Fenomena Okultasi Planet Jupiter oleh Bulan terjadi lagi pada 18 Februari 2013... Menurut infoastronomy .uni.me , Peristiwa ini akan terjadi lagi pada Juli 2016.

Seperti di kutip dari KafeAstronomi. com , Beda nya okultasi, transit dan gerhana adalah Okultasi sejatinya merupakan istilah yang diberikan dimana seorang observer atau pengamat menyaksikan sebuah benda langit “yang tampak lebih besar” melintas didepan benda langit “yang tampak lebih kecil” yang menyebabkan seluruh permukaan/piringan benda langit “yang tampak lebih kecil” tertutup sempurna.

Lain hal nya dengan transit dan gerhana.

Transit adalah istilah yang diberikan saat benda langit yang tampak lebih kecil melintas melewati permukaan benda langit “yang tampak lebih besar”.

Sedang gerhana adalah istilah yang diberikan saat benda langit menutupi benda langit lainya dimana antara kedua benda langit tersebut tampak “seolah” memiliki lebar piringan yang sama. Pada peristiwa okultasi, benda langit yang tertutup tidak hanya planet saja melainkan sebuah bintang, asteroid dan satelit alam lainnya(hanya berlaku di planet2x yang memiliki bulan lebih dari 2). Begitu juga benda langit yang menutupi tidak selalu harus bulan , melainkan planet menutupi sebuah bintang, asteroid menutupi sebuah bintang dan bulan menutupi sebuah bulan(planet yang memiliki lebih dari 1 satelit).

Okultasi Planet Jupiter oleh Bulan dapat Anda amati pada 18 Februari 2013 mulai pukul 18.00 WIB. Pada saat itu, Anda tidak akan melihat Planet Jupiter sebab okultasi sedang terjadi. Planet Jupiter sedang berada di 'belakang' Bulan yang saat itu dalam fase Bulan Cembung Awal, dengan kata lain Bumi-Bulan-Jupiter berada dalam satu garis lurus.

Okultasi akan terus terjadi hingga pukul 23.00 WIB, Planet Jupiter sudah mulai terlihat seperti bintang cemerlang di bawah Bulan.

Coba lihat peta ini : http://www.lunar-occultations.com/iota/planets/0218jupiter.htm

Catatan :
*Okultasi terlihat di Australia bagian Selatan dan Antartica. Dari Indonesia HANYA terlihat Jupiter sangat dekat dengan bulan saja,tidak sampai okultasi.
* Di indonesia, yang terlihat hanya seperti JUPITER DEKAT DENGAN BULAN saja.
* Dapat Dilihat dengan Mata Telanjang.
* Akan lebih indah jika kamu lihat menggunakan binokuler, ataupun teleskop.

Credit Foto : Abu Yahya Jamaly, DKI Jakarta. Saat okultasi jupiter oleh bulan pada 12 Agustus 2012 lalu.
Referensi : infoastronomy.uni.me , dan KafeAstronomi.com



Bagikan ini ke temanmu jiika info ini bermanfaat. Salam Astronomi !!!

-Google Rayakan Ultah Nicolaus Copernicus-

**Ada yg sudah buka Google? Penasaran dengan logo Google hari ini?**

VIVAnews - Hari ini, Selasa 19 Februari 2013, Google merayakan kelahiran bapak astronomi modern, Nicolaus Copernicus. Peringatan hari kelahiran itu diabadikan dalam tampilan doodle laman depan Google.

Pada zamannya, Copernicus sangat populer dengan teori astronomi revolusioner, yang menentang ajaran filusuf Aristoteles dan kesimpulan matematikawan Yunani, Ptolemeus.

Teori astronomi Copernicus ini mengubah pemahaman manusia tentang Tata Surya. Ia mengatakan, bahwa Bumi bukan pusat dari alam semesta yang diam, tetapi justru Bumi bergerak mengitari matahari.

Untuk membuktikan teorinya, Copernicus merekonstruksi peralatan untuk menghitung jarak relatif antara planet-planet dan Matahari.

Selama bertahun-tahun, ia berupaya menentukan secara persis tanggal-tanggal di mana para pendahulunya telah membuat beberapa pengamatan penting di bidang astronomi.

Meski sempat lama hilang, kerangka astronom ini ditemukan lagi di bawah lantai ubin dekat salah satu sisi altar, di katedral Katolik Roma abad ke-14 di Frombork, Polandia.

Diperlengkap dengan data tersebut, Copernicus mulai mengerjakan dokumen kontroversial yang menyatakan bahwa Bumi dan manusia di dalamnya bukanlah pusat alam semesta.

Hasil pengamatan dalam risetnya, yaitu menempatkan matahari di tengah-tengah Tata Surya, bukan Bumi sebagaimana diyakini oleh banyak orang saat itu.

Teori revolusioner ini dikenal dengan teori Heliosentris, dan terbukti benar sampai hari ini.

Copernicus menghembuskan nafas terakhirnya pada 24 Mei 1543 di usia 70 tahun. Disebutkan, salinan pertama karyanya, De Revolutionibus, ditempatkan di tangan sang ahli pada hari kematian itu.

Dia lahir pada 19 Februari 1473, sebagai anak dari seorang pedagang di kota Toru?, Polandia. Ia mengenyam pendidikan di Akademi Krakow, atau sekarang bernama Universitas Jagiellonian, sebelum hijrah ke Italia untuk belajar hukum pada 1496.

Saat menjalankan studi di University of Bologna, gairah untuk mendalami geografi dan astronominya ditemukan oleh seorang profesor matematika, Domenico Maria de Novara.

Dilansir Guardian, 19 Febuari 2013, Copernicus kemudian kembali ke Polandia dan mengabdi sebagai sekretaris pamannya, seorang uskup bernama Lucas Waczenrode. Selanjutnya, ia mengambil jabatan administratif di kota Frauenberg, Polandia, untuk terus mendalami astronomi.

Baru pada tahun 1530, atas perintah dari gereja Katolik, Copernicus menghasilkan sebuah penelitian utama, De Revolutionibus Orbium Coelestium (On Revolusi dari Spheres Celestial).

ika Copernicus masih hidup, hari ini ia akan menginjak usia ke 540 tahun. Untuk mengenang jasa-jasanya dalam mengubah pandangan manusia terhadap Tata Surya, Google tampaknya akan terus memasang gambar berupa ilustrasi Tata Surya pertama karyanya selama satu hari penuh.

Terima kasih, Copernicus. Selamat beristirahat.

-HAZ

***
Sebenarnya, copernicus bukanlah org yg pertama kali menyatakan konsep matahari sebagai pusat tatasurya, tetapi sebelumnya pernah ada seorang arab bernama Ibnu Al-Shatir yang telah menjelaskan konsep yg mirip dgn konsep copernicus.

Seperti dikutip dari LangitSelatan. Com , Ibnu Al-Shatir adalah seorang pakar Muwaqqit di Mesjin Umayyad, Damaskus, sekaligus sebagai orang yang membangun sundial (ter?)besar.

Klik : www.langitselatan.com/2007/04/30/ibnu-al-shatir/

Teleskop

Sebuah tim yang terdiri dari beberapa astronom Belanda mengungkapkan bahwa dengan teleskop baru yang mereka gunakan, mereka dapat mengetahui dan mendeteksi tanda-tanda kehidupan lain di luar Bumi pada planet yang mengorbit bintang lain selain Matahari kita. Walaupun bintang selain Bumi yang terdekat dengan kita memiliki jarak yang juga sangat jauh, namun tanda-tanda itu bisa dideteksi dari aktivitas biologis berupa gas yang berada di atmosfer planet yang bersangkutan. Zat atau gas tersebut disebut dengan gas Biomarker.

Ide ini awalnya sudah ada sejak tahun 1960-an dan saat ini untuk pengamatannya digabungkan dengan teleskop flux berbiaya rendah yang berbasis di Bumi untuk mengukur oksigen pada atmosfer eksoplanet. Studi tentang hal ini akan diterbitkan dalam jurnal astrofisika pada 20 Februari mendatang.

Pada Bumi, aktivitas Bumi dari luar atmosfer bisa dideteksi dengan menganalisa atmosfer Bumi yang seperlimanya terdiri dari molekul oksigen yang hanya muncul sebagai hasil dari aktivitas biologis seperti fotosintesis tumbuhan. Dengan begitu hal seperti ini juga bisa dterapkan pada planet lain nan jauh di sana.

Hal ini tentunya sangat menantang sekali dan untuk pengukuran yang lebih maksimal diperlukan teleskop canggih space based (teleskop berbasis di luar angkasa) sebab lapisan ozon atau lapisan oksigen Bumi akan menghambat dan mengganggu proses pengukuran secara akurat. Namun hal tersebut kembali terhambat dengan kebutuhan dana yang sangat besar.

Tim astronom Belanda yang meluncurkan konsep baru tersebut mengungkapkan bahwa untuk melakukan pengukuran dan identifikasi tidak perlu harus pergi ke luar angkasa. Caranya yaitu dengan memisahkan molekul oksigen dari sebuah planet ekstrasurya dengan molekul oksigen Bumi kita sendiri untuk kemudian diukur dengan tepat panjang gelombangnya dan seberapa besar penyerapannya. Hal itu diungkapkan oleh Ignas Snellen selaku penulis utama studi tersebut.

Dengan cara ini teleskop tidak harus berada di luar angkasa dan lebih menghemat biaya. Metode ini sudah diuji coba menggunakan teleskop Very Large Telescope (VLT) di Chile pada sebuah eksoplanet seukuran Jupiter yang mengorbit sebuah bintang dan ditemukan karbon monoksida pada atmosfernya. Dibutuhkan teleksop yang lebih besar untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di suatu planet yang lebih jauh dan kemungkinan hal itu dapat dilakukan dengan akan dibangunnya E-ELT atau European Extremely Large Telescope yang akan 25 kali lebih baik hasilnya daripada VLT.



*M.A 27