Jumat, 01 Maret 2013


Dua buah komet terang di langit barat daya dan barat saat ini (saat Matahari terbenam). Sebelah kiri yang posisinya lebih rendah (ditandai anak panah) adalah komet PanSTARRS, sementara di sebelah kanan yang posisinya lebih tinggi (juga ditandai dengan anak panah) adalah komet Lemmon. Keduanya diabadikan pada 17 Februari 2013 lalu dari Australia.

Pada awal Maret ini, Indonesia berkesempatan menyaksikan komet Lemmon saat posisinya lumayan tinggi (10 derajat dari kaki langit, saat Matahari terbenam). Namun musti menggunakan binokuler atau kamera DSLR, sebab dengan tingkat terang hanya sekitar +4 pada saat ini, tak mudah untuk menemukannya dalam gelimang cahaya langit senja.

Jumat, 22 Februari 2013


PLANET APAKAH INI?

ini adalah planet merkurius yang diambil oleh MESSENGER yang sedang mengorbit merkurius, ini adalah tugas dari MESSENGER untuk memfoto permukaan dari merkurius, tetapi ini bukan warna merkurius yang beneran, tapi ini warna dari perbedaan chemical, mineralogical, dan physical yang berada di permukaan mercury
"Ilmuwan Akan Bangun Alat Pendeteksi Asteroid"

Sebuah ledakan besar dari meteor yang tak terduga
atas langit Rusia, menjadi sebuah
peringatan awal bagi para ilmuwan
yang menegaskan bahwa kejadian
alam sangat sulit diprediksi.

Dikutip dari Mashable, Kamis
(21/2/2013), berkaca dari beberapa
kejadian tersebut, ilmuwan berusaha
membuka mata mereka guna
meneliti batuan ruang angkasa yang
memiliki potensi berbahaya. Sebuah tim astronom dari University of
Hawaii mulai mengembangkan
sistem peringatan asteroid untuk
membantu memberikan
perlindungan dari dampak kejutan.

Diberi nama Asteroid Terrestrial
Impact-Last Alert System (ATLAS),
sistem yang direncanakan akan
selesai pada 2015 ini akan terdiri
dari delapan teleskop kecil, yang
masing-masing dilengkapi dengan kamera beresolusi hingga 100
megapiksel. Teleskop ATLAS akan
ditempatkan pada gunung di satu
atau dua lokasi dalam Kepulauan
Hawaii.

FAAI - Sistem ini diharapkan mampu
memberikan peringatan selama satu
minggu, saat mendeteksi asteroid
sebesar 50 meter yang mampu
menghapus seluruh kota. Kemudian
sistem itu juga diharapkan memberi peringatan selama tiga minggu saat
mendeteksi batu ruang angkasa
berukuran 150 meter yang mampu
memusnahkan seluruh negara.

"Waktu selama itu dirasa cukup
untuk mengevakuasi daerah
penduduk, mengambil langkah
untuk melindungi bangunan dan
infrastruktur lainnya, serta waspada
terhadap bahaya tsunami yang dihasilkan oleh hantaman di laut,"
ujar John Tonry, Astronom
Universitas Hawaii.

ATLAS akan memindai langit
sebanyak dua kali setiap malam, hal
itu dilakukan untuk mencari benda-
benda yang mungkin merupakan
asteroid berbahaya. Proyek ini akan
berusaha lebih mendekatkan peneliti pada kosmos dibanding Pan-STARRS
Array teleskop milik Universitas
Hawaii sebelumnya. Dimana Pan-
STARRS membutuhkan waktu selama
satu bulan untuk menyelesaikan
satu pindaian langit secara mendalam.
Photo: "Ilmuwan Akan Bangun Alat Pendeteksi Asteroid"

Sebuah ledakan besar dari meteor yang tak terduga
atas langit Rusia, menjadi sebuah
peringatan awal bagi para ilmuwan
yang menegaskan bahwa kejadian
alam sangat sulit diprediksi.

Dikutip dari Mashable, Kamis
(21/2/2013), berkaca dari beberapa
kejadian tersebut, ilmuwan berusaha
membuka mata mereka guna
meneliti batuan ruang angkasa yang
memiliki potensi berbahaya. Sebuah tim astronom dari University of
Hawaii mulai mengembangkan
sistem peringatan asteroid untuk
membantu memberikan
perlindungan dari dampak kejutan.

Diberi nama Asteroid Terrestrial
Impact-Last Alert System (ATLAS),
sistem yang direncanakan akan
selesai pada 2015 ini akan terdiri
dari delapan teleskop kecil, yang
masing-masing dilengkapi dengan kamera beresolusi hingga 100
megapiksel. Teleskop ATLAS akan
ditempatkan pada gunung di satu
atau dua lokasi dalam Kepulauan
Hawaii.

FAAI - Sistem ini diharapkan mampu
memberikan peringatan selama satu
minggu, saat mendeteksi asteroid
sebesar 50 meter yang mampu
menghapus seluruh kota. Kemudian
sistem itu juga diharapkan memberi peringatan selama tiga minggu saat
mendeteksi batu ruang angkasa
berukuran 150 meter yang mampu
memusnahkan seluruh negara.

"Waktu selama itu dirasa cukup
untuk mengevakuasi daerah
penduduk, mengambil langkah
untuk melindungi bangunan dan
infrastruktur lainnya, serta waspada
terhadap bahaya tsunami yang dihasilkan oleh hantaman di laut,"
ujar John Tonry, Astronom
Universitas Hawaii.

ATLAS akan memindai langit
sebanyak dua kali setiap malam, hal
itu dilakukan untuk mencari benda-
benda yang mungkin merupakan
asteroid berbahaya. Proyek ini akan
berusaha lebih mendekatkan peneliti pada kosmos dibanding Pan-STARRS
Array teleskop milik Universitas
Hawaii sebelumnya. Dimana Pan-
STARRS membutuhkan waktu selama
satu bulan untuk menyelesaikan
satu pindaian langit secara mendalam. [amr,okezone]

admin "N.P"

"TIPE, JENIS, DAN BENTUK GALAKSI"

Galaksi dapat dikelompokkan dalam tiga jenis utama: eliptik, spiral dan irregular. Karena sistem klasifikasi Hubble hanya berdasarkan pada pengamatan visual, klasifikasi ini mungkin melewatkan beberapa karakteristik penting dari galaksi, seperti laju pembentukan bintang (di galaksi starburst) dan aktivitas inti galaksi (di galaksi aktif).

- Eliptik

Sistem klasifikasi Hubble membedakan
galaksi eliptik berdasarkan tingkat keelipsannya, dari E0 yang hampir berupa lingkaran, hingga E7 yang sangat lonjong. galaksi tersebut memiliki bentuk dasar elipsoid, sehingga tampak elips dari berbagai sudut pandang. galaksi tipe ini tampak memiliki sedikit struktur dan sedikit materi antar bintang, sehingga galaksi tersebut memiliki sedikit gugus terbuka dan laju pembentukan bintang yang lambat. galaksi tipe ini didominasi oleh bintang yang berumur tua yang mengorbit pusat gravitasi dengan arah yang acak. Dalam hal tersebut, galaksi tipe ini mirip dengan gugus bola.

Banyak galaksi besar yang berbentuk eliptik. Banyaknya galaksi berbentuk eliptik dipercaya terbentuk karena interaksi antar galaksi menghasilkan tabrakan dan penggabungan. galaksi dapat tumbuh menjadi besar (misalnya jika dibandingkan dengan galaksi spiral), galaksi eliptik raksasa sering ditemukan didekat inti dari kelompok galaksi besar. galaksi starburst merupakan akibat dari tabrakan antar galaksi dan dapat menghasilkan pembentukan galaksi eliptik.

- Spiral

Galaksi spiral terdiri dari piringan berupa bintang dan materi antar bintang yang berotasi, serta gembung pusat yang terdiri dari bintang- bintang tua. Terdapat lengan spiral yang menjulur dari gembung pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble, galaksi spiral ditandai sebagai tipe S, diikuti huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari gembung pusat. galaksi Sa memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan membelit secara rapat, serta gembung pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Sc memiliki lengan spiral yang terbuka dan gembung pusat yang relatif kecil.

Sebagian besar galaksi spiral memiliki bentuk batang linier yang memanjang ke dua sisi dari gembung inti, yang kemudian bergabung dengan struktur lengan spiral. Di sistem klasifikasi Hubble, galaksi ini dikategorikan sebagai SB, dan diikuti huruf (a, b atau c) yang mengindikasikan bentuk lengan spiralnya. Batang galaksi diperkirakan merupakan struktur sementara yang disebabkan oleh gelombang kejut dari inti galaksi, atau karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain. Banyak galaksi spiral berbatang yang berinti aktif, kemungkinan karena adanya gas yang menuju ke inti melalui lengan spiral.

Galaksi Bima Sakti merupakan galaksi spiral berbatang ukuran besar dengan diameter sekitar 30 kiloparsecs dan ketebalan sekitar satu kiloparsec. Bima Sakti memiliki sekitar 200 milyar (2×1011) bintang dengan massa total sekitar 600 juta (6×1011) kali massa Matahari.

# Morfologi lain.

Galaksi aneh (peculiar galaxies) merupakan galaksi yang memiliki sifat-sifat yang tidak biasa karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain. Contohnya adalah galaksi cincin, yang memiliki struktur mirip cincin berupa bintang dan materi antar bintang yang mengelilingi inti kosong. galaksi cincin diperkirakan terbentuk saat galaksi kecil melewati inti galaksi yang lebih besar. Kejadian tersebut mungkin terjadi pada galaksi Andromeda yang memiliki beberapa struktur mirip cincin jika diamati pada spektrum inframerah.

Galaksi lenticular merupakan bentuk pertengahan yang memiliki sifat baik dari galaksi eliptik maupun galaksi spiral, dan dikategorikan sebagai tipe S0 dan memiliki lengan spiral yang samar-samar serta halo bintang berbentuk eliptik. (Barred lenticular galaxies receive Hubble classification SB0.). [wikipedia]


Ralat yang tadi hehehe, maaf ya maklum akunya lagi error belakangan ini

Benda yang paling jauh menempuh perjalanan yang pernah dibuat oleh manusia adalah Voyager 1. Voyager 1, pada November 2012, telah menempuh jarak sejauh 123 AU atau 1.840 x 10^10 km (18.400.000.000 km) atau telah sampai di Heliosheath (lapisan paling luar heliosphere) dengan kecepatan 17,26 km per detik. Voyager 1 menjadi benda pertama yang akan keluar tata surya.

Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977 menggunakan roket Titan IIIE-Centaur.

Gambar dibawah adalah posisi dari Voyager 1 pada 8 Februari 2013. Lingkaran putih terluar adalah orbit pluto.


--WISATA ASTEROID--

Karena saat ini berita tentang Asteroid masih hangat-hangatnya, Kali ini Admin Orion mau sharing mengenai beberapa tempat wisata Asteroid di dunia. Sapa tau bisa ke salah satu tempat ini suatu hari ntar.

1. Meteorit Hoba, Museum Nasional, Namibia.
Hoba merupakan meteorit tunggal terbesar sekaligus lempengan besi terbesar yang pernah ditemukan di permukaan Bumi. Meteorit ini memiliki bobot 60 ton dengan panjang dan lebar masing-masing 2,7 meter dan tinggi hampir satu meter. Hoba diperkirakan jatuh melintasi atmosfer Bumi pada 80.000 tahun yang lalu, namun baru ditemukan oleh petani pada tahun 1920.

2. Meteorit El Chaco, Argentina.
Sempat dilakukan upaya memindahklan batu ini ke Jerman pada 2012. Namun, urung dilaksankan karena diblokir oleh warga Argentina dan ilmuwan. Hingga kini meteorit El Chaco dan sisa potongan masih terpajang dengan apik di provinsi El Chaco, sebelah timur laut Argentina. Meteorit ini diyakini jatuh sebagai bagian dari hujan meteor yang terjadi kira-kira antara 4.000 dan 5.000 tahun yang lalu. El Chaco merupakan salah satu dari banyak fragmen kelompok meteorit besi yang disebut Campo del Cielo dengan berat 37 ton. Ia menjadi fragmen terbesar dari kelompok tersebut sekaligus menjadi batuan terbesar kedua setelah meteorit Hoba.

3. Meteorit Willamette, New York, AS.
Meterorit Willamette di Museum American Natural History memilki berat 15,5 ton, menjadikannya meteorit besi terbesar yang pernah ditemukan di AS dan keenam terbesar di dunia. Meteorit ini pertama kali ditemukan tahun 1902 oleh seorang penambang, Ellis Hughes di Oregon. Diperkirakan meteorit ini sampai ke Bumi satu juta tahun lalu dan sangat dihormati oleh suku Indian-Amerika yang dikenal dengan Clackamas Chinook, yang tinggal di Lembah Willamette.

4. Meteorit Ahnighito, New York, AS.
Ahnighito di di Museum American Natural History memilki berat 31 ton dan juga menjadi meteorit terbesar yang pernah dipindahkan oleh manusia. Meteorit in merupakan satu fragmen dari meteorit besar Cape York yang menabrak Bumi lebih dari 100.000 tahun yang lalu di wilayah barat laut Greenland. Setelah meteorit dimiliki oleh suku asli Inuit, sepotong besi ini menjadi dambaan banyak orang. Sampai pada tahun 1897, penjelajah Sir John Ross mempertaruhkan segalanya mengambil Tent dan membawanya ke New York.

5. Meteorit Bacubirito, Culiacan, Meksiko.
Anda dapat menjumpai meteorit Bacubirito di Gedung Centro de Ciencias di Culiacan, yakni sebuah kota di barat laut Meksiko. Meteor ini pertama kali ditemukan pada tahun 1863 oleh ahli geologi Gilbert Ellis Bailey dan memiliki bobot 24 ton. Namun, ukurannya yang mencapai 4,2 meter menjadikannya meteorit terpanjang yang pernah ditemukan.


Source: National Geographic

Rabu, 20 Februari 2013


Pernahkah terlintas di pikiran temen2 semua, seperti apa peralatan yang diperlukan bagi para kru di ISS (Stasiun Angkasa Internasional) untuk melakukan perbaikan2 di stasiun??

Gambar dibawah ini adalah peralatan yang mungkin dibutuhkan oleh awak ISS jika sedang melakukan perbaikan2 di stasiun angkasa ISS...

Gambar oleh : Chris Hadfield (Commander misi ISS 35)